Rabu, 23 Februari 2011

Dari Redaksi (edisi VII)

Tahukah kalian apa yang terjadi hari ini? Ditengah modernitas, globalisasi, serta beragam fenomena berlatar keyakinan. Di satu sisi, bangsa barat menjual segenap modernitas dalam gaya hidup mewah, pergaulan bebas, pengkonsumsian barang high tech dan lain sebagainya. Sementara di sisi lain bangsa timur menggaungkan sejumlah dogmatisasi dalam berkeyakinan dan menjualnya dalam bentuk interpretasi beragama.

Lalu bagaimana dengan anak bangsa Indonesia? Pertanyaan itu tentu sedikit menggelitik rasa ingin tahu kita sebagai mahasiswa.

Pernahkah kalian menyimak film, membaca televisi dan mendengarkan surat kabar akhir-akhir ini? Sadarkah kalian betapa bangsa kita dipojokkan oleh bangsa kita sendiri. Media yang berperan sebagai public opinion secara terang-terangan meng’amin’i kalau bangsa kita ini bodoh, terbelakang dan berbudaya klenik, miskin serta tidak memiliki daya saing apa pun.

Anak-anak muda kita, khususnya kaum pelajar serta mahasiswa diajarkan untuk menjadi konsumen setia dari segala macam produk yang dimiliki oleh barat walaupun dibuat dan bahkan diproduksi di negara kita. Mulai dari sandang, kita begitu bangga tatkala bengenakan merk-merk ternama. Lalu pangan, kita sangat addict hingga muncul istilah “laper...? delivery order aja”. Tidak hanya itu, bahkan penggunaan alat-alat teknologi pun kita sangat mendewakan buatan luar negeri tanpa pernah belajar dan berusaha untuk membuatnya sendiri. Hingga kita rela berganti-ganti gadget berharga jutaan rupiah hanya untuk mengejar satu kata “gengsi”.

Lalu pernahkah kita melihat, atau bahkan turut masuk di dalam majelis-majelis berstempelkan agama tertentu. Kita diajarkan untuk “taat” sesuai dengan intepretasi dari suatu kelompok hingga membuat kita  menciptakan nabi-nabi baru yang bersorban, berjanggut, mengenakan jubah, bertasbih dan lain sebagainya. Sadarkah kita bahwa secara tidak langsung kita justru menyekutukan Dia.

Sungguh malang nasib anak bangsa kita hari ini, harus terus terhimpit dalam desakan dua arus kekuatan besar politik budaya yang mengancam kekayaan yang kita miliki.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat merayakan Gong Xi Fa Cai, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, serta selamat hari Valentine, sebarkan kasih sayang bagi semua.

Salam SIKAP...!!!

0 komentar: