Selasa, 03 Mei 2011

Keberagaman di Komunitas Arus Pelangi

Ada kalanya kita bepergian ke tampat-tempat yang kita sukai seperti kampus, mall, tempat rekreasi, atau bahkan pasar sekalipun kerap kali kita bertemu dengan orang-orang baru. Orang-orang yang berbeda. Bukan hanya berbeda dalam hal-hal normatif seperti suku, agama, ras, bahasa, budaya saja namun juga berbeda dari sisi yang lain.

Jikalau perbedaan yang kita temui itu masih dalam taraf normatif atau normal mungkin kita masih mampu beradaptasi. Tapi jika yang kita temui itu adalah orang-orang yang berbeda dalam hal orientasi seksual seperti gay, lesbian, atau waria, pernahkah kita bersikap sama seperti kita berhadapan dengan orang-orang yang berbeda secara normatif lainnya?

Sepertinya hal itu masih amat jarang kita temui. Bahkan bisa dikatakan kita akan langsung berpandangan miring, dan menganggap mereka tidak lebih baik derajatnya dari diri kita sendiri. Menilai mereka layak untuk didiskriminasi, layak untuk dikucilkan, pantas untuk dilecehkan dan bahkan dijadikan objek kekerasan. Lalu apakah kita masih dapat dikatakan punya nurani jika kita tak mampu merasakan beban hidup yang mereka tanggung dengan beragam stigma dari masyarakat akan keberadaan diri mereka tersebut.
Kini ditengah makin terbukanya arus informasi dan teknologi yang membuat sebagian kalangan dapat dengan mudah mengakses beragam informasi sehingga tidak ada  lagi yang mampu ditutup-tutupi, termasuk penyimpangan orientasi seksual yang selama ini diangap tabu oleh masyarakat, kita sebagai masyarakat middle class justru masih tetap saja memicingkan mata tatkala melihat mereka.

Mereka yang memiliki penyimpangan orientasi seksual itu masuk dalam kalangan minoritas, yang saat ini mulai berani memunculkan diri di permukaan. Namun bagaimana dengan kita, bagaimana dengan masyarakat yang secara mayoritas masih menolak keberadaan mereka sebagai manusia dan bagian dari warga negara.

Lalu apakah kita tahu atau paling tidak pernah mendengar tentang sebuah komunitas dimana para anggotanya adalah orang-orang yang memiliki penyimpangan orientasi seksual, seperti Arus Pelangi...?

Disini Arus Pelangi itu merupakan sebuah komunitas tempat berkumpulnya para lesbian, gay, biseksual, transgender, dan interseksual atau saat ini yang lebih dikenal dengan LGBTI. Arus Pelangi itu sendiri dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di Jakarta. Salah satu pelopornya adalah (alm.) Rido Triawan yang kemudian menjadi ketua pertama dari Arus Pelangi.

Berbagai tindakan diskriminasi serta kekerasan terhadap kalangan LGBTI yang marak terjadi, ditambah lagi dengan ketimpangan dalam memperoleh hak-haknya sebagai warga negara inilah yang menjadi latar belakang berdirinya Arus Pelangi.

Pada awalnya salah satu pendiri LGBTI tersebut adalah aktivis pembela HAM di Indonesia. Dan dengan sebuah ide yang brillian ia kemudian berinisiatif untuk membentuk organisasi Arus Pelangi. Dan sampai sekarang ini jumlah anggota Arus Pelangi mencapai 500 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Komunitas Arus Pelangi ini tidak menutup diri bagi siapa saja, artinya setiap kalangan umum dapat dengan mudah memperoleh informasi yang berkaitan dengan komunitas Arus Pelangi itu sendiri. Salah satunya melalui media internet di www.aruspelangi.or.id.

Penulis: Rizky.red

0 komentar: